Beranda | Artikel
Agar Dijaga Allah
18 jam lalu

Agar Dijaga Allah adalah kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Sabtu, 9 Rabiul Awal 1448 H / 22 Agustus 2026 M.

Kajian Tentang Agar Dijaga Allah

Penjagaan yang diharapkan mencakup seluruh perkara: badan, harta, agama, hingga keadaan ketika menghadapi sakaratul maut. Banyak orang takut meninggal dalam keadaan su’ul khatimah. Su’ul khatimah terjadi karena Allah tidak menjaga seseorang.

Makna Menjaga Allah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membimbing umat agar mendapatkan penjagaan Allah dengan sabdanya,

احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ

“Jagalah Allah, niscaya Dia menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau mendapati-Nya di hadapanmu.” (HR. Tirmidzi)

Lihat juga: Hadits Arbain ke 19 – Jagalah Allah Niscaya Allah Menjagamu

Al-Hafiz Ibnu Rajab dalam kitab Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa menjaga Allah berarti menjaga perintah, larangan, dan batasan-Nya.

Menjaga perintah Allah berarti melaksanakan perintah-Nya dengan baik. Ketika diperintahkan menegakkan shalat, shalat harus dijaga: wudhunya, rukun-rukunnya, kekhusyukannya, dan syarat-syaratnya.

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ ۝ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

“Maka, celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai terhadap shalatnya.” (QS. Al-Ma’un [107]: 4–5)

Sebagian ulama menjelaskan bahwa lalai terhadap shalat berarti tidak memperhatikan rukun dan syaratnya, serta menunda-nunda shalat hingga keluar waktunya. Karena itu, shalat harus dijaga. Dengan menjaga shalat, Allah akan menjaga kita.

Puasa Ramadhan juga harus dijaga. Berbakti kepada orang tua, menyambung silaturahmi, dan berbuat baik kepada tetangga merupakan perintah Allah yang harus dijaga. Silaturahmi tidak boleh diputus, dan tetangga tidak boleh disakiti.

Menjauhi Larangan Allah

Di antara contohnya adalah kita dilarang melakukan zina, maka menjaga larangan Allah dilakukan dengan menjauhi segala perkara yang dapat mendekatkan kepada zina. Salah satunya dengan menjaga pandangan. Allah memerintahkan untuk menundukkan pandangan.

Jika pandangan tidak dijaga, hati pun tidak akan terjaga. Orang yang sering melihat aurat akan memiliki hati yang kotor. Akibatnya, membaca Al-Qur’an dan berdzikir terasa berat.

Riba juga harus dijauhi. Jangan memakan riba dan jauhi segala perkara yang bersifat ribawi. Ghibah pun harus dijauhi karena sangat mudah dilakukan pada zaman sekarang, termasuk ghibah terhadap pemerintah.

Pemerintah yang masih Muslim tidak boleh dighibahi. Jika hendak mengingkari atau menasihati pemerintah, nasihat itu disampaikan secara langsung.

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ

“Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kalimat kebenaran di hadapan penguasa yang dzalim.” (HR. Abu Dawud, Timidzi dan yang lainnya)

Maksudnya adalah menyampaikan kebenaran secara langsung dan berhadapan, bukan melalui media sosial. Menyampaikan kritik melalui media sosial bukan nasihat, melainkan provokasi.

Allah juga melarang dusta. Dusta harus dijauhi. Seseorang terkadang mudah berdusta, misalnya ketika ditanya keberadaannya di dalam grup, ia menjawab, “Sedang dalam perjalanan,” padahal masih berada di rumah.

Para ulama menjelaskan bahwa dusta yang dibolehkan dalam hadits adalah dusta yang bertujuan menambah kecintaan, bukan dusta yang menimbulkan kecurigaan.

Contohnya, seorang istri memasak dan suaminya mengatakan masakannya enak demi menjaga perasaannya, padahal sebenarnya tidak enak. Contoh lain, seorang istri tidak menyukai pakaian yang dibelikan suaminya, tetapi tetap mengatakan bahwa pakaian itu bagus demi menjaga perasaan suaminya. Adapun dusta yang menimbulkan kecurigaan tetap tidak diperbolehkan.

Dusta seorang suami yang mengatakan hendak pergi ke kantor, padahal pergi ke tempat lain untuk menemui perempuan, termasuk dusta yang haram dan tidak boleh dilakukan.

Allah juga melarang khianat. Khianat harus dijauhi. Salah satu contohnya adalah ketika seseorang dititipi salam untuk disampaikan kepada orang lain, tetapi salam tersebut tidak disampaikan.

Menjaga Amanah dan Rahasia

Amanah harus segera disampaikan. Menunda atau tidak menyampaikannya termasuk khianat. Seseorang yang ditunjuk sebagai seksi dakwah di masjid, tetapi tidak melaksanakan tugasnya, berarti menyia-nyiakan amanah. Menyia-nyiakan amanah termasuk khianat.

Rahasia adalah amanah. Ketika seseorang meminta berbicara empat mata, berarti ia hendak menyampaikan sesuatu yang bersifat rahasia. Membocorkan curahan hati tersebut kepada orang lain, termasuk kepada istri, merupakan khianat.

Kepercayaan seseorang dapat diketahui dengan memberinya sebuah rahasia. Jika rahasia itu dibocorkan, ia tidak dapat dipercaya. Sebaliknya, jika ia menjaganya, insyaAllah ia termasuk orang yang amanah.

Menjaga Batasan Allah

Menjaga Allah berarti menjaga perintah, larangan, dan batasan-batasan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pergaulan dengan lawan jenis memiliki batasan yang harus dijaga. Sebagian ikhwan dan akhwat berkomunikasi secara pribadi dengan alasan berdakwah. Dakwah tetap memiliki batasan. Tidak boleh berkomunikasi berdua hingga bercanda dan tertawa berlebihan karena hal itu dapat menimbulkan fitnah bagi hati.

Batasan pakaian juga harus dijaga. Pakaian tidak boleh melebihi mata kaki, menyerupai lawan jenis, menyerupai orang kafir, atau terlalu sempit.

Sebagian orang mengenakan pakaian yang terlalu sempit saat bersepeda agar kecepatannya maksimal. Kecepatan tersebut tidak sebanding dengan melanggar syariat. Saat melewati jembatan shirat di atas api neraka, seseorang tidak menggunakan sepeda, melainkan amal. Karena itu, yang lebih penting adalah mempercepat langkah menuju keselamatan dengan amal shalih.

Batasan dalam Rumah Tangga

Dalam rumah tangga terdapat hak dan kewajiban. Seorang suami berkewajiban mencari nafkah untuk istrinya, menjaga kehormatan istri, serta mengajarkan agama kepada anak dan istrinya. Kewajiban menafkahi tetap berada pada suami, meskipun istrinya kaya, kecuali istri menyatakan tidak memerlukan nafkah tersebut.

Suami yang shalih tidak membiarkan istrinya mencari nafkah jika ia mampu menafkahinya. Ia menghendaki istrinya tinggal di rumah karena hal itu merupakan perintah Allah.

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

“Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumahmu.” (QS. Al-Ahzab [33]: 33)

Seorang istri juga memiliki batasan yang harus diperhatikan. Ia harus menjaga kehormatan suami, menjaga kehormatan diri, dan menaati suami dalam kebaikan.

Allah Menjaga Orang yang Menjaga Agama-Nya

Menjaga Allah berarti menjaga agama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Caranya dengan mempelajari agama Allah, menyebarkan ilmu, dan mengajak manusia menghadiri majelis ilmu. Siapa pun yang menjaga agama Allah, Allah pasti menjaganya.

احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ

“Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu.” (HR. Tirmidzi)

Allah menjaga harta orang yang menjaga-Nya. Ketika seseorang memiliki harta dan rajin bersedekah serta menunaikan zakat, hartanya menjadi berkah.

Orang yang rajin bersedekah tidak akan jatuh miskin. Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah, tetapi tidak jatuh miskin. Utsman bin Affan juga pernah menginfakkan 4.000 unta di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, tetapi tidak jatuh miskin. Hartanya dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Di Saudi terdapat kebun kurma yang sangat luas atas nama Utsman bin Affan. Kebun tersebut masih ada hingga sekarang, dan setiap bulan Ramadhan kurma-kurma itu dibagikan ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Hal itu menunjukkan bagaimana harta Utsman bin Affan dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Menjaga Badan Orang yang Taat

Allah juga menjaga badan orang yang menggunakannya untuk menaati-Nya. Lisannya digunakan untuk berdzikir dan membaca Al-Qur’an. Matanya digunakan untuk membaca Al-Qur’an dan kitab-kitab yang baik. Telinganya digunakan untuk mendengarkan ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hatinya digunakan untuk memahami Kitabullah dan ayat-ayat-Nya. Tangan dan kakinya digunakan untuk berjalan menuju tempat-tempat ketaatan, menghadiri taklim, melaksanakan shalat berjemaah, serta membantu orang-orang yang kesusahan. Orang seperti ini pasti badannya dijaga oleh Allah.

Badan yang dijaga Allah berarti dijaga dari api neraka. Ini merupakan penjagaan yang paling besar. Selain itu, badan dijaga dari perbuatan maksiat dan penyakit-penyakit yang sangat berat, dengan izin Allah. Kalaupun ia diberi penyakit berat, hal itu pada hakikatnya juga menjadi kebaikan baginya. Allah mengangkat derajat orang yang menjaga agama-Nya dan mengampuni dosa-dosanya.

Allah Menjaga Hati Orang yang Taat

Allah juga menjaga hatinya dari pemikiran dan keyakinan yang sesat serta menyimpang. Allah menjaga hati dari berbagai penyakit, seperti sombong, ujub, riya, berburuk sangka kepada Allah, berputus asa dari rahmat Allah, merasa aman dari makar Allah, dan dengki.

Seseorang terkadang merasa sombong karena telah menghafal banyak ayat Al-Qur’an atau memiliki banyak ilmu. Akibatnya, ia meremehkan orang yang belum menghafal Al-Qur’an atau baru mulai mengaji. Hal itu menunjukkan bahwa hatinya tidak terjaga. Menjaga hati lebih utama dan lebih agung di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hati adalah tempat iman dan ilmu. Jika hati baik dan bersih, iman serta ilmu akan tumbuh dengan baik. Sebaliknya, jika hati kotor, iman akan menjadi redup. Karena itu, hati harus dijaga, terutama dari kesyirikan.

Ada orang yang hatinya dipenuhi kesyirikan sehingga mengagungkan selain Allah, termasuk mengagungkan kuburan dan merasa takut tertimpa kesialan ketika berada di sana. Hal itu menunjukkan bahwa ia tidak menjaga hatinya dari kesyirikan.

Hati juga harus dijaga dari keyakinan yang menyimpang. Sebagian orang meyakini bahwa alam ini tidak memiliki pencipta. Pemikiran ateis kini banyak muncul di media sosial dan memengaruhi sebagian pemuda Islam. Pemikiran tersebut disebarkan di tengah pemuda muslim agar mereka ragu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahkan tidak meyakini keberadaan-Nya.

Dengarkan dan Download Kajian Agar Dijaga Allah

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link kajian “Agar Dijaga Allah” ini ke media sosial Antum. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Antum semua.


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/56484-agar-dijaga-allah/